Senin, 28 Juli 2014

kewajiban suami memberi nafkah

Seiring berjalannya waktu, terlihat jelas pada pandang mata yang terbuka, banyak kaum wanita yang menjadi tulang punggung suatu keluarga, apakah ini yang dinamakan emansipasi wanita ataukah ini ajaran feminisme, atau karena kebutuhan yang selalu kurang tercukupi.

Pada hakikatnya agama islam sudah mengatur dengan jelas dan terang, namun halnya pada penerapanya banyak yang menggampangkan. Allah pun jelas sudah berfirman dalam Al Qur'an dan Nabi pun menjelaskan dengan terang.

firman Allah, Kewajiban memberikan nafkah (makanan, pakaian, tempat tinggal, dll) terletak pada pundak suami, bukan pada istri. Allah SWT berfirman, ” Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah [2]: 233)


Pada ayat lain Allah SWT berfirman, ”Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.” (QS. Ath-Thalaq: 6)


Bahkan, dengan terang Rasulullah saw menyebutkan bahwa laki-laki yang melalaikan kewajibannya memberikan nafkah kepada istri nya termasuk perbuatn dosa.
Rasulullah SAW bersabda, , “Cukuplah seseorang itu dianggap berdosa jika dia menahan memberikan makan kepada orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim)

Semoga pada kedepanya para lakilaki sadar akan tugasnya, jikalau setiap manusia melakukan perananya sesuai apa yang telah ditentukan Allah , mungkin hidup ini akan mudah untuk dilalui, mungkin bahagia kan selalu mewarnai, .

Sabtu, 26 Juli 2014

nama belakang seorang wanita

Hidup itu harus mengikuti aturan Allah lewat Al Quran dan assunah, segala sesuatu sudah ada rules nya, jika ingin selamat maka ikutilah ramburambuNya, jangan cuma ikutikutan apalagi ikutan gaya barat yang notabene jauh dari syariat islam, biar gak salah kaprah, marilah kita semua belajar, belajar itu dari dini sampai ajal menjemput, karena ilmu Allah itu luas, makanya jangan puas dengan ilmu yang sudah tahu, jangan merasa pintar, karenadiatas langit masih ada langit.

Banyak wanita muslimah setelah menikah, lalu menisbatkan namanya dgn nama suaminya, misalkan: Maryani menikah dgn Amiruddin, menjadi Maryani Amiruddin

Bagaimana hukum Islam mengenai perihal penamaan ini?

Dalam ajaran Islam, Hukum Penamaan adalah hal yang penting. Setiap pria ataupun perempuan hanya diperbolehkan menambahkan “NAMA AYAHnya” di belakang nama dirinya dan mengHARAMkan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya di belakang namanya, meskipun nama tersebut adalah nama suaminya.

Karena dlm Islam. Nama lelaki di belakang nama seseorang berarti keturunan atau anak dari lelaki tersebut. Sehingga, tempat tersebut hanya boleh untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua kandungnya.

Berbeda dgn budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, DLL.

Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa yg mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kpd yg bukan walinya, maka baginya laknat ALLAH, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, ALLAH tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah”
(HR. Muslim dan Tirmidzi)

Islam agama yang sempurna, semuanya sudah diatur dengan sedekian rupa, jangan sepelekan apa yang sudah dianggap biasa dan lumprah, padahal itu ajaran yang salah. Belajar trus dan terus, tahu sedikit lalu diamalkan itu lebih baik dari pada banyak tahu tapi enggan menerapkan dalam kehidupan seharihari.


Jumat, 25 Juli 2014

penghalang sholat malam

Ramadhan hampir meninggalkan kita, adakah amal yang kita lakukan dibulan suci penuh berkah ini akan terus berlaju bersemangat mengerjakanya, semoga apa yang kita kerjakan dibulan ramadhan ini tidak hanya karena imingiming pahala yang berlimpah ruah saja namun ikhlas lillahita'ala karena Allah semata, Semoga menjadi amalan sholihah yang mampu mengantarkan kita pada rahmat Allah swt, hingga mampu menjadikan kita semua penduduk kampung surga yang tanpa hisab.


Semoga dosadosa yang telah lalu, dan yang Akan datang yang disengaja maupun tidak yang terangterangan maupun yang sembunyisembunyi diampuni Allah swt, karena terkadang dosadosalah yang menghalangi kita beribadah kepada Allah swt, yang membuat kita malas dan gampang pustusasa

Fudhail bin 'Iyâdh Radhiyallahu anhu berkata, "Bila engkau tidak sanggup melaksanakan shalat (tahajjud) di malam hari dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau orang yang terhalang (dari kebaikan) lagi banyak dosa."

Seorang lelaki berkata kepada Hasan al-Bashri rahimahullah, "Sesungguhnya aku tidur dalam keadaan sehat, aku sangat ingin bangun melaksanakan shalat malam dan telah ku persiapkan air untuk bersuci, namun mengapa aku tetap tidak bisa bangun (disepertiga malam terakhir) ? " Beliau rahimahullah menjawab, "Engkau telah dibelenggu oleh dosa-dosamu."

Bila seseorang tidak bisa mengerjakan shalat malam, maka hendaklah dia merenungi pernyataan seorang dari generasi Salaf, "Bila engkau belum bisa mengambil bagian di waktu malam, maka janganlah engkau bermaksiat kepada Rabbmu di waktu siang."


Sahl bin Sa'ad Radhiyallahunanhu menuturkan,
"Jibril Alaihissallam pernah datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata,
"Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya kematian pasti akan menjemputmu.
Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya". Kemudian Jibril berpesan, "Hai Muhammad, kemuliaan seorang Mukmin terletak pada shalat malam dan kehormatannya adalah pada saat ia tak lagi bergantung pada manusia." [HR. Thabrani]..

Semoga kita dimudahkan untuk shalat malam....

Rabu, 16 Juli 2014

mereka menyebutnya cinta

Cinta itu apa?? Memang sulit mengutarakan, karena setiap orang mempunyai definisi sendiri2,  namun halnya cinta itu tentang suatu keindahan

Saat dua anak manusia sedang memadu cinta, mereka menganggap dunia hanya milik mereka berdua, tanpa malu tanpa canggung mereka seringnya bermesraan dikhalayak ramai, adakah mereka sudah halal???

Bagi mereka cinta adalah apa yanh mereka rasa, tak sedikit dari mereka yang tidak menggunakan logika dalam perihal cinta, banyak dari mereka yang rela tersakiti hanya demi bertahan dengan orang yang mereka cintai, padahal Allah memberi kit akal untuk berfikir, , ,namun jarang dari mereka menggunakanya


Mereka bilang cinta adalah perjuangan, yang harus diperjuangkan, walau sakit terasa walau air Mata slalu mengiringi, dihati mereka hanya ingin bertahan, padahal jika mereka berani mengambil keputusan, dan melepaskan diri dari sakit, maka mereka akan menemukan cinta baru yang indah.karena terkadang mereka terlalu memaksakan, padahalsuatu yyang dipaksa itu tidak baik, tidak indah, Dan sakit.

Mereka bilang cinta itu pengorbanan, cinta memang butuh pengorbanan, tapi lihatlihat kalau mau berkorban, adakah dia sudah halal bagimu?? Terkadang mereka yang hanya takut ditinggalkan, mereka dengan suka rela membagi apa yang mereka punya, bahkan tubuh mereka sendiri, dengan dalil atas nama cinta, kalau gak mau berati gak cinta gak sayang, ada juga yang rela membagi jerih payah kerjanya untuk mereka atas nama cinta, adakah dia keluargamu?adakah dia sudah halal bagimu? Adakah dia yang mengasuh anak2mu? Adakah dia kaum duafa yang perlu kamu kasihani, dengan sedikit bujuk rayuan saja yang mengatasnamakan cinta, semuanya kamu berikan. . 

Harusnya bisa dikatakan cinta jika kamu mampu bahagia bersamanya, saat ada kenyamanan dan ketentraman dalam hatimu saat bersamanya,cinta itu bukan dia yang mengajak kamu dalam kehancuran, bukan dia yang semenamena terhadap hati dan hidupmu, bukan dia penghancur masa depanmu, tapi dia yang slalu menunjukimu jalan kebahagiaan, dia yang menunjukimu jalan kebenaran, dia yang membawamu dalam ketaatan, dan yang mengingatkanmu terus dalam hal kebaikan, dia yang tidak rela melihat kamu jatuh tersungkur, dia yang tidak rela melihat kamu berbuat dosa dan salah



Jika cinta diterapakan dalam wadah dan kadarmya pasti semuanya indah, jika kamu mampu meletakkan cintamu untukNya diatas segalanya pasti jaminan bahagia bersamamu, Dia yang tak pernah menyalahi janji, Dia yang selalu setia pada kita, Dia sangat dekat dengan kita, bahkan dia yang tak pernah meninggalkan kita walau seringnya kita lupa kepadaNya.


Kamis, 10 Juli 2014

menghafal Al_Qur'an dalam 10 hari

AlhamduliLLAH, sesuai dengan kemuliaan dan
keagungan kuasa-NYA, aku telah khatam
menghafal Al Qur’an. Berikut ini pengalamanku,
dan aku menghadiahkannya untuk kalian.
Ini adalah masa-masa indah yang berlalu dengan
segala kisah yang ada di dalamnya. Dan, inilah
mimpi yang m,enjadi kenyataan. Serta, memori
yang selalu menghampiriku.
Perlu diketahui bahwa sesungguhnya tujuan
terbesar dalam hidupku adalah hafal surah Al
Baqarah dan Ali ‘Imran. Demi ALLOH, sekali0kali
kalian tidak akan percaya bahwa sebenarnya aku
adalah orang yang tidak memiliki kesabaran
untuk menghafal Al Qur’an secara keseluruhan.
Itu disebabkan karena aku menganggaphal
tersebut sebagai sesuatu yang mustahil dan
sangat susah diwujudkan. Dan saat itu, aku
masih hidp dengan mempertahankan tujuan yang
ingin aku wujudkan sebelumnya, yaitu hafal surah
Al Baqarah dan Ali ‘Imran.
Aku beranggapan bahwa kedua surah itu adalah
yang paling sulit dihafal. Kau juga beranggapan
bahwa sepertinya sulit sekali untuk
mempertahankan hafalan tersebut dalam waktu
lama. SubhanaLLOH, tak terasa sudah 7 tahun
aku mempertahankan hafalan kedua surah
tersebut.
Ketika tiba bulan Ramadhan, tiba-tiba suamiku
mengejutkanku bahwa ia akan beri’tikaf selama
15 hari terakhir Ramadhan di Masjid Al Haram.
Tentu kalian mengerti akan kesulitan yang akan
kuhadapi, karena aku ditinggal sendirian bersama
anak-anakku.
Kami tinggal di daerah yang jauh dari keluarga,
sedang para tetangga di sini semuanya menutup
pintu rumah (tidak peduli dengan urusan sesama
tetangga). Namun di sisi lain, aku juga merasa
gembira karena suamiku akan beri’tikaf. Tetapi,
manfaat apa yang dapat kupetik dalam
kesendirian?
Ketika waktunya telah tiba dan suamiku pergi
untuk beri’tikaf, aku [un merasakan pahitnya
ditinggal sendirian (bersama anak-anak).
Kemudian, aku menengadahkan tanganku kepada
Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Lalu aku berdoa kepada-NYA dengn doa orang
yang tertimpa kesulitan, sedang air matapun
mengalir deras membasahi pipiku, “Wahai RABB-
ku, ENGKAU Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Curahkanlah kepadaku rizqi berupa
teman-teman yang shalih/shalihah, yang lebih
baik dariku. Sehingga, aku bisa meneladani
mereka. Yaa ALLOH, berikanlah untukku sebaik-
baik teman.”
Sungguh, dalam waktu singkat doaku dikabulkan
oleh RABB Yang Maha Pengasih. Sebagaimana
kita ketahui bahwa Dia telah berfirman dalam
kitab-NYA, “…. ud’uunii astajib lakum..” Artinya :
“Berdoalah kepada-KU, niscaya akan AKU
perkenankan bagimu…” (QS. Ghafir (40) : 60).
Ketika aku duduk di depan komputer sambil
mengakses internet guna mencari situs yang
berisikan informasi tentang keajaiban Al Qur’anul
Karim, tiba-tiba mataku tertuju pada situs
akademi penghafal Al Qur’an. Sebelumnya, aku
tidak tahu bahwa masuknya alku ke dalam
komunitas situs ini adalah pertanda terkabulnya
doaku. Aku pun masuk dalam komunitas situs
inidalam keadaan teharu.
Demi ALLOH, aku sign out dari situs ini dalam
keadaan tidak seperti keadaan ketika aku sign in.
Keadaan ini belum pernah aku impikan
sebelumnya. Setelah ini belum tertuju untuk
beri’tikaf selama 10 hari terakhir Ramadhan
dalam rangka menghafal Al Qur’an. Sungguh
merupakan karunia dan taufik ALLAOH atasku
adalah aku segera mendaftarkan diri untuk
beri’tikaf di akademi penghafal Al Qur’an tersebut
tanpa keraguan.
“Setelah itu, kerinduanku (untuk menghafal) pun
bertambah. Sementara kesedihan dan
kesempitanku hilang. Kemudian ALLOH mengganti
kedua perasaan tersebut dengan ketenangan yang
tiada tara.” Sejak pertama aku beri’tikaf, aku
merasa kagum dengan para akhwat yang turut
beri’tikaf denganku. Demi ALLOH, mereka adalah
sebaik-baik saudari di jalan ALLOH. Mereka
menceritakan pengalaman-pengalaman mereka
dalam menghafal Al Qur’an.
Aku bertawakkal pada ALLOH, aku mengambil
keputusan untuk beri’tikaf dalam menghafal Al
Qur’an, karena sesungguhnya inilah amalan
terbaik di bulan Ramadhan. Akupun
berujar,”Sungguh, Ramadhan kali ini akan berbeda
(dengan Ramadhan sebelumnya), dengan izin
ALLOH.”
Kuambil secarik kertas, lalu kutulis di dalamnya
keuntungan-keuntungan yang akan kuperoleh dari
menghafal Al Qur’an, berupa nikmat dan kebaikan
yang besar di dunia maupun akhirat. Begitu pula
dengan nikmat yang lebih besar daripada
keduanya, yaitu keridhaan ALLOH terhadapku.
Dengan izin ALLOH, dalam waktu yang tidak lama
lagi aku akan bergabung dengan mereka, sebaik-
baik umat ini, sebagaimana sabda RasuluLLOH
SAW : “Khoyrukum min ta’allamal Qur’an
wa’allamahu.” Artinya : Orang yang paling baik di
antara kalian adalah orang yang mempelajari Al
Qur’an dan mengajarkannya. (HR. Abu Dawud,
Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Saat itu, aku berkhayal seakan-akan aku bersama
para Nabi, Shiddiqin, Syuhada’ dan orang-orang
shalih, dan mereka itulah teman yang paling baik.
Kemudian aku berkhayal lagi seakan-akan aku
menyematkan mahkota di atas kepala kedua
orang tuaku dengan kedua tanganku ini. Aku
berkhayal bahwa aku dapat membebaskan mereka
(dari siksa), kemudian aku pun kembali kepada
diriku (untuk membebaskan diri sendiri). Aku
Juga berkhayal mengenai berbagai kenikmatan
yang ALLOH anugerahkan kepadaku.
Aku menulis semuanya, dan kugantungkan tulisan
itu ditempat yang seantiasa kurawat. Akupun
membawa halaman-halaman (mushaf Al Qur’an).
dimana aku telah bertekad untuk tidak sekalip-un
meninggalkannya, bahkan aku akan menjadikan
sebagai teman setia dalam perjalanan ini. Setelah
itu, aku berwudlu lalu duduk dan membuka Al
Qur’an. Aku berkata dengan suara yang hanya
terdengar oleh diri sendiri, “Sekarang aku akan
menguji kemampuan akalku yang sebenarnya.
Dan aku akan memulainya dengan bertawakkal
pada ALLOH .” Itu kuucapkan seraya mengulang-
ulang firman ALLOH Ta’ala : “walaqoq yassarnal
Qur’aana lidzdzikri fahal min muddakkir .”
Artinya : “Dan sesungguhnya telah KAmi
mudahkan Al Qur’an itu untuk pelajaran. Maka,
adakah oeang yang mengambil pelajaran?” (QS.
Al Qomar (54) : 17).
Kemudian, kupasangkan alat pengingat untuk
mengingatkanku bahwa aku akan hafal 1 lembar
dalam 10 menit. Maka, akupun mulai menghafal
halaman demi halaman. Setiap halaman,
kuhafalkan seraya berdo’a kepada ALLOH agar
DIA berkenan memantapkannya pada diriku. Doa
yang kupanjatkan adalah,”Wahai RABB-ku,
kutitipkan pada-MU apa yang telah ENGKAU
ajarkan kepadaku, maka jagalah ia untukku.”
Aku mulai menghafal pada waktu Dluha sampai
Zhuhur. Lalu menghafal lagi sampai jam 14.30
siang. Setelah ati, aku tidur sebentar dengan
memasang alarm. Ketika alarm berbunyi pada
jam tiga sore, aku segera bangun untuk sholat
‘Ashr. Kemudian, aku mulai menghafal sampai
datangnya waktu maghrib dan kulanjutkan hingga
menjelang ‘Isya’. Dari mulai menghafal sampai
selesai, aku tidak berpindah-pindah. Aku hanya
duduk pada satu tempat, hingga tak terasa aku
sudah hafal 3 Juz. Yaa ALLOH, betapa mulianya
ENGKAU dan betapa besarnya nikmat-MU. Akan
tetapi, mengapa kami tidak pernah menyukuri
nikmat ini?
Aku melanjutkan hafalanku sampai selesai
menghafal 16 juz dalam 6 hari, alhamduliLLAH.
Aku bingung, apakah akan kusembunyikan
hafalanku menjadi 30 juz atau mengulang-ulang
apa yang telah kuhafal. Kawan-kawan baikku
menasehatiku agar aku menyempurnakannya dan
tidak berhenti hanya pada juz ke 16, maka
kusempurnakanlah hafalanku. Aku yakin bahwa
hafalanku tidak hilang hingga suamiku datang
dan kami kembali berkumpul dengan keluarga.
Karena, akau telah “menitipkannya pada RABB-ku
Yang Maha Mulia (agar DIA selalu menjaganya).
SubhanaLLOH, tak terasa aku meninggalkan
tempat dimana aku menghafal Al Qur’an dan
berkhalwat dengan RABB-ku. Setelah itu, aku
akan menuju kehidupan yang melalaikan dan
keduniaan yang fana, dimana semuanya sedang
memfokuskan perhatiannya pada beberapa
pertanyaan,” Kue dan manisan apa yang akan
kami persiapkan untuk hari ‘Id kali ini ? Pakaian
apa yang kami pakai pada hari ‘Id kali ini?” Serta
berbagai hal lainnya, sedang aku masih
mengasingkan diri untuk menghafal Al Qur’an.
Kemudian, aku kembali kepada mereka,
sedangkan aku berharap dapat menghatamkan
hafalanku pada hari terakhir bulan Ramadhan dan
mendapatkan dua kebahagiaan. Namun ketika
yang kuharapkan belum terwujud, cobaan dan
ujian dari RABB semesta alam datang padaku.
Sehingga muncul pertanyaan, apakah aku akan
melanjutkan hafalanku atau justru
menghentikannya? dan AlhamduliLLAH, aku tidak
berhenti menghafal.
Mungkin kalian tak akan percaya bahwa pada
suatu hari aku tidak dapat menghafal kecuali
hanya 2 halaman. Bukan karena tidak bisa, tetapi
karena aku disibukkan dengan musibah yang
menimpaku. Keempat anakku semuanya
menderita demam tinggi, hingga mereka tidak
bisa tidur sepanjang malam. Karena itulah aku
banyak begadang malam untuk menemani
mereka. Bahkan ketika aku merasa kepayahan
sedang anakku yang paling kecil terus-menerus
menangis, dan tak ada seorangkpun yang
membantu, akupun jatuh sakit.
AlhamduliLLAH, walaupun sakit aku tak berhenti
melanjutkan hafalan, dan terus berusaha sampai
ALLOH berkenan menyembuhkan anak-anakku
yang sudah lama terbaring sakit. Setelah mereka
sembuh, aku bertawakkal pada ALLOH dan
berkata pada diri sendiri, “Akan kukhatamkan 10
juz hafalan yang tersisa, dalam waktu dekat .”
AlhamduliLLAH sungguh ALLOH telah memberikan
karunia-NYA kepadaku hingga aku dapat
menghafal dengan cepat.
Momen-momen terindah alam hidupku, yaitu saat
aku mengkhatamkan hafalan Al Qur’an.
Pagi hari tu, aku bermimpi indah, mimpi itu
menghembuskan kabar gembira bahwa pada hari
itu aku akan mengkhatamkan hafalan Al Qur’an,
serta merta aku teramat gembira karena pada
hari itu hafalanku yang tersisa hanya tinggal 3
juz. Aku mulai menghafal dan tanpa sadar, aku
menghafal dengan cepat. 1 halaman dapat
kuhafal dalam waktu 8 menit, bahkan kadang 5
menit. Sehingga, ketika waktu menunjukkan pukul
21.00 malam, aku masih tak tahu bahwa itulah
waktu yang telah kutunggu-tunggu. Itulah waktu
pengkhataman hafalan.
Aku terus membaca dan menghafal, hingga tak
kusadari bahwa yang tersisa hanya tinggal
beberapa halaman. Tahukah kalian bagaimana
aku menyadarinya? Sungguh, kalian tak akan
percaya, aku merasakan ssuatu yang sangat
aneh, ini belum pernah kurasakan sebelumnya.
Perasaan ini bahkan tak bisa digambarkan,
karena begitu cepatnya menjalar ke seluruh
tubuhku. Perasaan yang berupa ketenangan dan
ketentraman.
Demi ALLOH, seakan-akan diriku terbang karena
ringannya tubuh. Aku jadi seperti selembar bulu,
karena saking ringannya. Aku merasa heran,
hingga aku bertanya pada diri sendiri, “Rasa apa
ini ?” Jantungku mulai berdegup kencang, seolah-
olah ia berkata padaku, “Semoga keberkahan
terlimpahkan atasmu, engkau telah khatam
menghafal Al Qur’an. Al Qur’an telah bersemayam
di dadamu.” Tiba-tiba aku tersadar, ternyata aku
sedang membaca akhir ayat dimana aku
mengkhatamkan Al Qur’an. Akupun langsung
menyungkurkan diri bersujud syukur di tanah,
sedang air mata kegembiraan jatuh menetes ke
bumi. Aku lantas berlari menemui suamiku, dan
kukabarkan berita gembira ini padanya dengan
penuh sukacita.
Lalu, kutatap mushaf yang telah menemaniku
sepanjang perjalanan menghafal ini. Aku
menangis sembari berkata,” Duhai mushafku yang
tercinta… sungguh, aku telah sampai pada
momen-momen terindah dalam hdupku.” Kupeluk
mushaf itu denagan erat dan berulang kali
kuucapkan,” AlhamduLILLAH, segala puji bagi
ALLOH, sesuai dengan kemuliaan wjahNYA dan
keagungan Kuasa-NYA. AlhamduliLLAH, aku telah
khatam menghafal Al Qur’an sebelum ajal
menjemputku.”
Berikutnya, perasaan yang tak bisa kugambarkan
adalah tiba-tiba aku beranjak ke depan komputer.
Lalu kuputar CD berisi ucapan-ucapan takbir,
yang kuimpikan sepanjang masa hafalanku.
Kemudian aku dan suamiku mendengarkannya
dan semua merasa gembira.
Yaa ALLOH, segala puji bagi-MU yang telah
memuliakanku dengan menghafal kitab-MU.
Duhai RABB-ku, betapa mulianya ENGKAU. KAU
telah menggantikan kesendirianku dengan
sahabat-sahabat terbaik yang menemaniku dalam
kehidupanku dan dikuburku nanti. Wahai RABB-
ku, kuberdoa pad-MU saat hatiku terkoyak
lantaran kesendirian. Kemudian ENGKAU
menggantinya dengan sesuatu yang lebih dari apa
yang kuangan-angankan dan kuharapkan. Betapa
mulianya ENGKAU., wahai RABB Yang Maha
Pengasih, yang telah memberikan karunia
berlimpah.
Untuk menutup halaman ini aku sampaikan pada
kalian bahwa aku adalah wanita sebagaimana
wanita lainnya. Aku memiliki suami dan anak-
anak yang belajar di sekolah khusus dengan
kurikulum pelajaran yang sangat sulit. Aku
menghafal Al Qur’an tapi aku tidak melalikan
tanggung jawabku sebagai seorang ibu. Aku didik
anak-anakku dan berusaha mengajari mereka
segala sesuatu. Bahkan tanggung jawabku yang
paling utama adalah sebagai seorang istri yang
berusaha untuk mendapatkan keridloaan suami,
tanpa mengurangi haknya dan dengan
menunaikan kewajiban-kewajibanku secara
sempurna.
AlhamduliLLAH, ALLOH tidak menjadikanku telat
dalam menghafal Al Qur’an. Demi ALLOH,
janganlah sekalipun kalian beralasan atas tidak
hafalnya kalian terhadap Al Qur’an. Apalagi kalian
adalah para gadis yang belum menikah dan belum
memikul tanggung jawab. Pertama dan terakhir
kalinya adalah berparasangka baik pada ALLOH,
karena dengan begitu ALLOH akan berprasangka
baik sesuai dengan prangsaka hamba-NYA. Pada
awalnya, aku mengira bahwa Surah Al Baqarah
dan Ali ‘Imran sangat sulit untuk dihafal dan
usaha itu akan memakan waktu yang lama. Dan,
ALLOH pun memberikanku anugerah sesuai
dengan apa yang kusangka, yakni menghafal
selama 7 tahun. Itu karena aku tidak
berprasangka baik kepada ALLOH.
Wahai orang yang berkeinginan untuk menghafal
Al Qur’an, bertawakkal-lah pada ALLOH,
bersungguh-sungguhlah dalam berusaha, dan
jujurlah pada dirimu, bahwasanya engkau benar-
benar ingin menghafal Al Qur’an! Serta,
berprasangka baiklah bahwa ALLOH akan
memberikan taufik-NYA atas usahamu. Demi
ALLOH engkau akan memperoleh apa yang kau
ingin dengan segera. Dan engkau akan menjadi
bagian dari penghafal kalam yang paling agung,
yaitu kalam RABB semesta alam.
SuhanaLLOH, mereka yang mengenalku mengira
bahwa aku selalu mengawasi anak-anakku.
Tetapi tanpa perlu kujelaskan dengan kata-kata,
mereka akan mengatahui hal yang sebenarnya.
Suatu hari, ketika aku sedang duduk, anakku yang
belum genap berusia 2 tahun berjalan mendekati
meja yang di atasnya terdapat beberapa mushaf.
Kemudian, ia membawa mushaf yang biasa
kugunakan untuk menghafal. Ia mengenali
mushaf itu, dan membawanya padaku. Setelah
itu, ia menyerahkan kepadaku sembari
mengucpkan beberapa patah kata’” Mata, Qur’an .”
seakan-akan ia berucap,” Bacalah wahai ibu,
dalam waktu dekat ibu akan selesai
menghatamkannya .”
SubhanaLLOH, pada hari itu tidak ada
perhatiannya selain mencariku dan mencari
ayahnya. Jika mushaf tidak terdapat di tangan
kami, maka ia berlari untuk mengingatkan kami…
subhanaLLOH….



*kisah ini ditulis oleh
Ir. Amjad Qasim dalam bukunya Kaifa Tachfazh al
Qur’an al Karim fii Syahr, ini kisah Ummu zayid*

Rabu, 09 Juli 2014

untukku, ibuku, putri2ku kelak, dan untuk muslimah

Teruntuk kaum wanita yang dicintai Allah, terutama untuk aku dan anaku perempuan kelak. . . .

Dari Al khawarizmi pakar matematika islam tentang harga wanita disisi Allah
"jika nilai wanita soleha dan beragama bernilai 1, jika ia cantil maka tambah 0 kepada 1, jika ia kaya maka tambah lagi 0, jika dia dari Keluarga baik baik maka tambah lagi 0, namun jika nilai satunya tiada maka yang tersisa hanyalah barisan 0 yang tak punya nilai"


Jadi wanita soleha itu mempunyai nilai yang lebih dari pada kelebihan yang lain,
Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu mengkhabarkan dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :
“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Ketahuilah wahai diri wahai kaum wanita Muslim alangkah lebih baiknya kaos kakimu basah karena air, dari pada harus terkena percikan api neraka, alangkah baiknya panasnya dirimu karena berjilbab itu lebih baik dari pada kamu harus berenang kelautan api neraka, memyimpan rambutmu dengan baik dan mengulurkan kerudungmu sampai menutupi dada itu lebih baik dari pada kelak dineraka harus rambutmu digantung sampai otakmu mendidih dan ketahuilah wahai diri wahai teman teman wanita muslimah kesayangan keindahanmu diciptakan Allah hanya untuk suami saja bukan untuk konsumsi publik atau kayalak ramai


Kecantikan wajah Dan keindahan lekuk tubuh itu hanya nilai tambah yang kecil wahai sang bidadari, karena kecantikan dan ketulusan hatilah yang utama, wanita soleha itu yang mampu menutup aurotnya, tak juga tentang berapa banyak ia mampu menebar kebaikan namun dari keikhlasanya ketika berbuat kebaikan, bukan juga dari indah lantunan suara dan kepandaian dalam berbahasa namun dari seringnya mulut berbicara kebaikan dan kebenaran,dan bukan pula dari brand baju yang terpakai namun dari bagaimana ia berbusana agar mampu menjaga kehormatanya,  wanita soleha itu khawatir kalau sampai ia menggundang orang tergoda kepadanya, Dan bukan pula yang bersifat mesra dalam bergaul,tpi yang mampu menjaga kehormatan diri saat bergaul, ia yang slalu ridho ats ketentuan Allah dan ia yang mampu bersyukur.


Kecantikan itu identik dengan perempuan, namun ketahuilah wahai diri wahai teman muslimah ku, ketahuilah cantikmu karena punya rasa malu, yang memelihara adab, yang mampu menutup aurot sesuai anjuran Allah, menjaga batas dan berhias sewajarny,,yang bersifat fitrah, pantang menyerah, yang menegakkan sholat, membaca Al Qur'an, mempunyai sopan santun, sayang terhadap orang tua, taat pada suami, mampu mendidik keluarga, jujur lagi berilmu, sabar Dan tenang, menegakkan islam dalam berbagai hal, mencegah kemungkaran, berniat semata mata karena Allah, dan berlaku seindah Islam, maka itulah cantik yang sesungguhnya, cantik yang di idamkan, cantik dari takaran Allah,. .


“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.”(HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan lighairihi).

Senin, 07 Juli 2014

aku hidup dalam ketidak pastian, dan itu membuat aku bahagia dan semakin yakin

Judul diatas mungkin berkesan demotivasi ya? tapi sesungguhnya bukan itu yang saya mau ceritakan.
Kalau saya tanya kepada diri saya sendiri atau para pembaca sekalian, adakah Kepastian dalam hidup saya, kepastian dalam hidup anda? apa yang membuat kita bisa menjamin bahwa hidup kita benar benar dalam ketapastian sejati?
jawabannya, TIDAK ADA ! yap..memang benar tidak ada..Adakah yang menjamin saya atau pembaca sekalian masih hidup 1 detik ke depan? TIDAK ADA.
Adakah yang menjamin  kepastian rezeki saya atau anda esok hari? TIDAK ADA
Adakah yang menjamin kepastian mengenai jodoh atau keberuntungan kita beberapa waktu ke depan? TIDAK ADA
Semuanya berada dalam KETAKPASTIAN SEJATI, lalu kenapa kita bisa survive dalam kondisi ketakpastian ini?
Jawabannya sederhana sekali, karena kita punya Allah, karena kita punya Robb yang menjamin KETAKPASTIAN kita tadi dalam KEPASTIAN Nya…kenapa pasti?
Doa kita? dikabulkanNya, begitulah janjiNya, tak berdaya dan lemahnya kita diberikan kepastian olehNya, bahwa Dia akan mencukupkan dan mengabulkan permohonan kita.
Lalu apa lagi? Rezeki? Jelas sekali, Allah menyuruh kita bekerja keras dan Berusaha untuk mencari rezekiNya, tahu dapat berapa? nggak tahu..tapi mau dapat berapa bisa ngasi tahu ke Allah? bisa banget…tapi tergantung usaha kita juga..
Jadi..masihyakin hidupkita dalam kepastian sejati?jangan deh…
Tapi..berbahagialah karena ada Dzat yang Maha pasti yang menjamin ketakpastian hidup kita dalam RahmatNya, Janjinya dan ketetapannya tidak akan pernah diingkariNya..jadi tunggu apa lagi?
berbahagialah..bersyukurlah..berbaik sangkalah kepada Allah ditengah ketakpastian itu..dan ditengah itu semua hiduplah dalam keyakinanmu berupa impian impian dan cita citamu untuk menjadi penebar manfaat dan keberuntunga bagi orang lain..karena dirimu gantungkan cita cita itu pada Dzat yang Maha pasti..adakah lagi yang masih engkau ragukan? yakinlah dan berjuanglah untuk mewujudkan impianmu dalam RahmatNya dan KepastianNya untukmu..cemungudddd

@zaidulAkbar

suri tauladan tabi'in

Abu Muslim Al khaulani atau yang bernama asli Abdullah bin tsuwab rahimahullah, beliau adalah tokoh tabi'in yang dihormati sahabat Nabi, salah satu kisah legendarisnya adalah tentang ketangguhan beliau di atas Al-haq yang dipaksa untuk mengakui bahwa Al-Aswad Al-Ansi adalah Nabi, ia dengan tegas menolak mentah mentah meskipun ia di dudukkan di lapangan kotaShan'a (Yaman) dengan dikelilingi kayu yang dipakar api yang menyala nyala . Karena ketegasannya dikemudian hari Umar bin Al Khattab radhiyallahu 'anhu sampai mencium antara kedua mata Abu muslim karena merasa bersyukur bisa bertemu dengan umat Muhammad saw yang hendak diperlakukan seperti nabi Ibrahim 'alaihi sallam yang dibakar karena memegang teguh prinsip agama Allah swt.



Ketika kekholifahan Islam dipegang oleh Mu'awiyyah bin Abu sufyan radhiyallahu 'anhu, Abu Muslim pun juga sangat terhormat dimata Mu'awiyyah yang menunjukkan ketinggian adab dua orang tersebut.



Sekarang ini diera yang disebut modern banyak orang yang dihinakan oleh dunia yang memang hina ini, alangkah bailnya kita mencotoh sifat dari Abu Muslim.


Sepenggal kisah Abu muslim. . .



“Biasanya, ketika Abu Muslim Al-Khaulani pulang
dari masjid menuju rumahnya, dia bertakbir di
depan pintu lingkungan rumahnya, lalu istrinya
bertakbir. Ketika berada di halaman rumahnya,
dia bertakbir lalu istrinya membalasnya. Dan
ketika sampai pintu rumahnya, ia bertakbir, lalu
istrinya bertakbir.”
Pada suatu malam, dia pulang lalu bertakbir di
lingkungan rumah, ternyata tidak ada seorang
pun yang menjawab. Ketika berada di halaman
rumah dia bertakkbir, tetapi tidak ada seorang
pun yang menjawab. Ketika berada di pintu
rumahnya, dia bertakbir, ternyata tiak ada
seorang pun yang menjawabnya. Biasanya, ketika
dia masuk rumahnya, istrinya mengambil
selendang dan kedua sandalnya serta
menghidangkan makanan kepadanya.
Ia masuk ternyata di dalam rumah tidak ada
lampu. Ternyata istrinya duduk di rumah sembari
mencongkel-congkel tanah dengan kayu di
tangannya. Melihat hal itu, ia bertanya
kepadanya,


“Ada apa denganmu?”


Ia menjawab,

"kamu punya kedudukan dimata mu'awiyyah, sedangkan kita tidak punya pembantu,  seandainya Engkau meminta kepadanya niscaya ia akan membantu kita dan memberokan kepadamu"


Abu Muslim berkata
"Ya Allah apabila ada yang merusak istriku atas ku, maka butakanlah penglihatannya"


Sebelumnya, memang pernah seorang wanita
datang kepadanya dan mengatakan,
“Suamimu punya kedudukan di mata Mu’awiyyah.
Seandainya kamu mengatakan kepadanya agar
meminta Mu’awiyyah supaya membantunya dan
memberi kepadanya, niscaya kalian hidup
berkecukupan.”


Ketika wanita ini duduk di rumahnya, tiba-tiba
matanya tidak melihat. Ia mengatakan, “Mengapa
lampu kalian dimatikan?”
Mereka menjawab, “Tidak.”
Akhirnya, ia menyadari dosanya, lalu ia pergi
kepada Abu Muslim dengan menangis meminta
kepadanya agar berdoa kepada Allah supaya
penglihatannya dikembalikan.



Abu Muslim berbelas kasih kepadanya, lalu
berdoa kepada Allah’azza wa jalla . Maka, Allah
mengembalikan penglihatannya.


#jadikan hidup sesederhana mungkin, jangan sampai kekuasaan menjerat kejurang kenistaan, karena dunia ini memang hina, maka hinakanlah ia. . . .

Sabtu, 05 Juli 2014

Ummu salamah bertanya

Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”

Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’. (Al-waqi’ah : 23)

Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)

Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

Jumat, 04 Juli 2014

proud to be a women

Wanita memang selalu istimewa, begitu pula islam sangat memuliakan wanita, sepantasnya juga kita sebagai wanita mampu memuliakan diri kita sendiri, taat pada Allah Dan menjaga kehormayan diri, Dan juga begitu banyak hadhis yang memuliakan wanita

1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh.
2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
3. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.
4. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukai anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di dalam syurga.
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
9. Apabila yang memanggil engkau adalah dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. menatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.
20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.
22. Rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.
23. Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.
28. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.
30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.
31. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
32. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.
33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.
34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo(2½ thn),maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.
37. Jika wanita memicit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.
38. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.
39. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.
40. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah