Abu Muslim Al khaulani atau yang bernama asli Abdullah bin tsuwab rahimahullah, beliau adalah tokoh tabi'in yang dihormati sahabat Nabi, salah satu kisah legendarisnya adalah tentang ketangguhan beliau di atas Al-haq yang dipaksa untuk mengakui bahwa Al-Aswad Al-Ansi adalah Nabi, ia dengan tegas menolak mentah mentah meskipun ia di dudukkan di lapangan kotaShan'a (Yaman) dengan dikelilingi kayu yang dipakar api yang menyala nyala . Karena ketegasannya dikemudian hari Umar bin Al Khattab radhiyallahu 'anhu sampai mencium antara kedua mata Abu muslim karena merasa bersyukur bisa bertemu dengan umat Muhammad saw yang hendak diperlakukan seperti nabi Ibrahim 'alaihi sallam yang dibakar karena memegang teguh prinsip agama Allah swt.
Ketika kekholifahan Islam dipegang oleh Mu'awiyyah bin Abu sufyan radhiyallahu 'anhu, Abu Muslim pun juga sangat terhormat dimata Mu'awiyyah yang menunjukkan ketinggian adab dua orang tersebut.
Sekarang ini diera yang disebut modern banyak orang yang dihinakan oleh dunia yang memang hina ini, alangkah bailnya kita mencotoh sifat dari Abu Muslim.
Sepenggal kisah Abu muslim. . .
“Biasanya, ketika Abu Muslim Al-Khaulani pulang
dari masjid menuju rumahnya, dia bertakbir di
depan pintu lingkungan rumahnya, lalu istrinya
bertakbir. Ketika berada di halaman rumahnya,
dia bertakbir lalu istrinya membalasnya. Dan
ketika sampai pintu rumahnya, ia bertakbir, lalu
istrinya bertakbir.”
Pada suatu malam, dia pulang lalu bertakbir di
lingkungan rumah, ternyata tidak ada seorang
pun yang menjawab. Ketika berada di halaman
rumah dia bertakkbir, tetapi tidak ada seorang
pun yang menjawab. Ketika berada di pintu
rumahnya, dia bertakbir, ternyata tiak ada
seorang pun yang menjawabnya. Biasanya, ketika
dia masuk rumahnya, istrinya mengambil
selendang dan kedua sandalnya serta
menghidangkan makanan kepadanya.
Ia masuk ternyata di dalam rumah tidak ada
lampu. Ternyata istrinya duduk di rumah sembari
mencongkel-congkel tanah dengan kayu di
tangannya. Melihat hal itu, ia bertanya
kepadanya,
“Ada apa denganmu?”
Ia menjawab,
"kamu punya kedudukan dimata mu'awiyyah, sedangkan kita tidak punya pembantu, seandainya Engkau meminta kepadanya niscaya ia akan membantu kita dan memberokan kepadamu"
Abu Muslim berkata
"Ya Allah apabila ada yang merusak istriku atas ku, maka butakanlah penglihatannya"
Sebelumnya, memang pernah seorang wanita
datang kepadanya dan mengatakan,
“Suamimu punya kedudukan di mata Mu’awiyyah.
Seandainya kamu mengatakan kepadanya agar
meminta Mu’awiyyah supaya membantunya dan
memberi kepadanya, niscaya kalian hidup
berkecukupan.”
Ketika wanita ini duduk di rumahnya, tiba-tiba
matanya tidak melihat. Ia mengatakan, “Mengapa
lampu kalian dimatikan?”
Mereka menjawab, “Tidak.”
Akhirnya, ia menyadari dosanya, lalu ia pergi
kepada Abu Muslim dengan menangis meminta
kepadanya agar berdoa kepada Allah supaya
penglihatannya dikembalikan.
Abu Muslim berbelas kasih kepadanya, lalu
berdoa kepada Allah’azza wa jalla . Maka, Allah
mengembalikan penglihatannya.
#jadikan hidup sesederhana mungkin, jangan sampai kekuasaan menjerat kejurang kenistaan, karena dunia ini memang hina, maka hinakanlah ia. . . .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar